Flash News

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Haji Mubarok

Densus Gerebek Purwosari Dan Ngruki

Densus Gerebek PurwosariSOLO, muslimdaily.net - Ahad, 23 September 2012, 11.00 WIB, Densus 88 kembali gelar penggerebekan di kawasan Purwosari, Solo.

Dari informasi yang diperoleh tim muslimdaily.net, Densus menangkap seorang yang diindikasi bernama Joko Tri Priyanto.

Saat ini TKP yang berada di Jl.Flamboyan, tepatnya berada di belakang kantor DPC PDIP Solo, telah rapat ditutup garis polisi.

Densus88 Gerebek Ngruki
Penggeledahan kemudian dilanjutkan menuju ke kawasan Ngruki. Rumah seorang tersangka yang diindikasi bernama Rudi Kurnia Putra. Pria kelahiran asli Solo, 2 Juli 1967.

Lokasi penggeledahan berada di Jl.Lurik No.10 Ngruki Rt.05 Rw.17 Ds. Cemani Kec.Grogol, Sukoharjo.

Hingga saat berita ini dimuat, masih belum jelas motif penggeledahan dan penangkapan di Purwosari dan Ngruki tersebut. [zak-zul]



Lokasi Penggerebekan Densus di Purwosari

Densus Grebek Ngruki

keterangan gambar :

Foto 1 : Joko Tri Priyanto saat dibawa oleh satuan Densus 88

Foto 2 (kiri) : Lokasi penggerebekan Densus 88 di Purwosari, Solo

Foto 3 (kanan) : Lokasi penggerebekan Densus 88 di Ngruki

24 Sep 2012

Astaghfirullah! Masdar Farid, Rais Syuriah PBNU, Sebut Surga bukan Milik Satu Agama


Redaksi Salam-Online –
JAKARTA (salam-online.com): Pernyataan nyeleneh dan liberal kembali dilontarkan oleh Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Masdar Farid Mas’udi.
Masdar F. Mas’udi (inilah)
Setelah lama tak mengeluarkan pernyataan kontroversial, pria yang masuk dalam daftar tokoh liberal versi buku “50 Tokoh Islam Liberal di Indonesia” yang ditulis oleh aktivis INSIST Budi Handriyanto, itu kembali mengeluarkan statemen yang menyengat keyakinan umat Islam.
Masdar yang sebelumnya pernah melontarkan pendapat bahwa ibadah haji bisa dilakukan di luar bulan Dzulhijjah dan pajak sama dengan zakat dalam Islam, kini menyatakan bahwa surga bukan milik satu agama.
Dalam wawancara khusus dengan Majalah Detik Edisi 27 Agustus-2 September 2012, lelaki yang juga pendiri Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M), ini menyatakan, “Surga itu tidak milik agama tertentu, surga diperuntukkan bagi orang yang beriman dan beramal baik. Jadi jangan melecehkan orang lain karena perbedaan agama.”
Aktor Fauzi Baadilla turut dalam #Indonesia Tanpa JIL
Pria kelahiran Purwokerto, 18 September 1954 ini juga mengatakan bahwa manusia itu satu di mata Tuhan. Padahal, dalam Islam jelas, Allah menegaskan dalam Al-Qur’an bahwa orang yang paling mulai di sisi Allah adalah orang yang bertakwa kepada-Nya.
Takwa adalah menjalankan  perintah Allah dan menjauhi larangang-larangan-Nya. Sementara orang-orang kafir sebaliknya, menentang perintah Allah dan menjalankan larangan-larangan-Nya. Jadi, mana mungkin bisa dikatakan bahwa manusia itu satu di mata Tuhan?
Dosen Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara ini juga mengatakan, “Ajaran apapun termasuk ajaran Islam, orang yang terbaik adalah orang yang berbuat baik terhadap sesama.” Dengan logika liberalnya, Masdar menyatakan, “Jangan dikira kalau kita beramal shaleh, lalu beriman menurut keyakinan kita masuk surga sementara yang tidak seiman dengan kita masuk neraka. Sekali lagi jangan begitu.”
Pemahaman Masdar Farid Mas’udi, alumnus IAIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta ini, seiring sejalan dengan para gerombolan liberal lainnya yang menyatakan, bahwa agama manapun, selama menebarkan kebaikan, membela kemanusiaan, maka pada hakikatnya sama di hadapan Tuhan.
Pemahaman ini sejalan dengan keyakinan kelompok kebatinan Yahudi, Theosofi, yang menyatakan bahwa tidak ada agama yang lebih tinggi, melainkan kebaikan. Theosofi berkeyakinan, semua agama sama, selama mengabdi pada kemanusiaan. Ujung dari paham sesat ini adalah, tak perlu beragama, yang penting berjuang untuk kemanusiaan.
Karena itu, penulis buku “Lubang Hitam Agama” Sumanto Al-Qurtubi yang juga aktivis liberal menulis, bahwa kita umat Islam nantinya jangan kaget jika di surga bertemu dengan Mother Theresia, Mahatma Gandhi, Martin Luther King, dan lain-lain yang merupakan pejuang-pejuang kemanusiaan.
Inilah keyakinan sesat yang sangat bertentangan dengan Al-Qur’an, yang dengan tegas menyatakan bahwa orang-orang kafir akan ditempatkan di neraka jahannam dan amal mereka di dunia, semua sia-sia.
Tak hanya menyatakan bahwa surga bukan hanya milik satu agama, Masdar dengan lantang juga meyatakan bahwa Tuhan kita dengan tuhan agama lain itu satu.
“Apapun konsep Tuhan, hanya berbeda sebutan di komunias, hakikatnya Satu, yang Maha Satu itu,” katanya. Pemahaman seperti ini akan menimbulkan keyakinan sesat, bahwa agama-agama hanyalah jalan yang berbeda menuju pada tuhan yang sama.
Terkait dengan ayat terakhir dalam surah Al-Kafirun yang berbunyi “Lakum diinukum waliyadiin” Masdar kembali menegaskan, “Dalam Al-Qur’an dijelaskan, orang yang beriman, menganut agama Yahudi atau Nasrani, asal mereka punya iman yang kokoh dan beramal shaleh, bagi mereka pahala yang besar. Surga itu tidak milik satu agama tertentu…,” pungkasnya.
Sebagai Rais Syuriah PBNU, pernyataan Masdar bisa merancukan akidah kaum Nahdliyin. Keyakinan seperti ini bisa menjadi racun yang memurtadkan, sehingga menihilkan keyakinan bahwa Islam-lah ad-Din yang paling benar.
Penulis buku #Indonesia Tanpa Liberal, Artawijaya, menyebut keyakinan seperti Masdar ini bisa berujung pada kemurtadan. Karena, buat apa menganut Islam, jika meyakini semua agama sama. Ujungnya, tak beragama pun tak masalah. Na’udzubillah!  (zal/salam-online.com)

12 Sep 2012

Stasiun TV Al-Aan merilis liputan ekslusif tentang keluarga syaikh Abu Yahya Al-Libi di Libya


(Arrahmah.com) – Seiring dengan pengumuman resmi mujahidin Al-Qaeda tentang kesyahidan syaikh Abu Yahya Al-Libi, stasiun TV Al-Aan merilis liputan ekslusif tentang keluarga syaikh Abu Yahya Al-Libi di kampung halamannya di Libya Utara.
Wartawati stasiun TV Al-Aan, Janah Musa, mengunjungi tanah kelahiran syaikh Abu Yahya Al-Libi di desa Tasawa, lembah Atba. Di desa yang berada di wilayah padang pasir segitiga perbatasan Libya, Niger dan Aljazair itulah syaikh Abu Yahya Al-Libi dilahirkan dan dibesarkan. Rombongan wartawati itu melintasi wilayah padang pasir yang luas dipandu oleh Musthafa, keponakan syaikh Abu Yahya Al-Libi.
Foto syaikh Abu Yahya al-Libi disaat muda
Syaikh Abu Bakr Qaid, saudara kandung syaikh Abu Yahya Al-Libi, menunjukkan kepada wartawati rumah tua yang dahulu menjadi kediaman keluarga besar mereka. Di rumah itulah dahulu Abu Yahya Al-Libi dilahirkan dan dibesarkan. Kini rumah tua itu tidak didiami lagi oleh keluarga besar mereka. Di halaman rumah itu, Abu Yahya kecil bermain bola bersama kawan-kawan sebayanya di antara hewan ternak mereka.
Meski media massa internasional beberapa waktu terakhir memblow up berita kesyahidan syaikh Abu Yahya Al-Libi oleh bombardir pesawat drone penjajah salibis AS di Pakistan, pada awalnya keluarga besar beliau di kampung halamannya masih meragukan kebenaran berita itu. Keraguan itu belakangan sirna setelah sumber-sumber berita yang terpercaya di Pakistan dan Afghanistan menyampaikan berita yang sebenarnya.
"Saya tidak akan menyembunyikan kepada Anda bahwa kami telah menerima berita dari sumber-sumber yang detail dari kawasan perbatasan Pakistan-Afghanistan bahwa ia telah syahid. Oleh karena itu, kami mengumumkan kesyahidannya," kata Syaikh Abu Bakr Qaid kepada wartawati.
Rumah sederhana milik syaikh Abu Yahya al-libi di Libya
Keluarga besar di kampung halaman pun mengadakan "pesta belasungkawa" yang dihadiri penduduk kampung. Salah seorang anggota keluarga mengabadikan peristiwa tersebut dengan kamera HP.
Keluarga besar itu juga menunjukkan sejumlah foto syaikh Abu Yahya Al-Libi di usia remaja dan pemuda. Itu adalah foto-foto ekslusif pertama yang berhasil didapatkan oleh media massa. "Foto-foto ini  belum pernah dipublikasikan di media massa internasional sebelum hari ini," kata sang wartawati.
Untuk pertama kalinya pula, saudara kandung syaikh Abu Yahya Al-Libi mengungkapkan kepada media massa nama asli saudaranya itu. "Husain Muhammad Abu Bakr Qaid. Itu nama sebenarnya yang tercantum dalam surat-surat resmi. Tapi dalam pergaulan di kampung ini ia lebih terkenal dengan panggilan Hasan. Hasan Qaid. Setelah ia bepergian ke luar Libya atau setelah ia dikaruniai anak laki-laki yang diberi nama Hasan, maka ia dipanggil Abu Yahya."
Keluarga besar itu kemudian menunjukkan sisa-sisa buku tulis syaikh Abu Yahya Al-Libi. Buku tulis bertahun 1990, berisi catatan syaikh Abu Yahya semasa kuliah di Fakultas Kimia, Universitas Sabha, Libya. Salah satu komandan militer senior dan ulama besar mujahidin Al-Qaeda itu memang meraih gelar sarjana di jurusan kimia.

(muhib almajdi/arrahmah.com)

11 Agu 2012

PKS Akan Dukung Foke, Ini Dia Syarat-syaratnya



Jakarta (SI ONLINE)  - Mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nurwahid mengatakan partainya akan mendukung pasangan Fauzi Bowo (Foke)-Nachrowi Ramli (Nara) di Pilkada DKI Jakarta putaran kedua jika pasangan itu minta maaf.

"Selama kampanye pilkada putaran pertama, Foke menghembuskan isu SARA dengan mengatakan kalau PKS itu Wahabi dan anti Maulid. Jika Foke menginginkan dukungan dari PKS, berani tidak dia meminta maaf karena PKS bukan Wahabi dan anti Maulid," ujar Hidayat Nurwahid di Jakarta, Rabu (8/8/2012) seperti dirilis ANTARA News.

Hidayat yang juga mantan calon gubernur DKI Jakarta itu menambahkan jika hal itu tertuang dalam kontrak politik PKS. Kemudian yang kedua adalah Foke harus mengubah cara berkomunikasi dengan rakyat. "Selanjutnya melakukan reformasi birokrasi dan pemberantasan korupsi dan melakukan perubahan seperti yang disampaikan pasangan Hidayat-Didik," kata mantan Ketua MPR itu.

Sedangkan untuk Jokowi, lanjut dia, juga mempunyai beberapa persyaratan seperti berkomitmen menjalankan amanah hingga 2017, kebijakan yang berkeadilan dan tidak merugikan kepentingan umat Islam di Jakarta dan merealisasikan program-program yang disuarakan pasangan Hidayat-Didik.

"Berani tidak Jokowi berkomitmen tidak meninggalkan jabatannya hingga akhir masa jabatan. Tidak seperti Solo yang ditinggalkannya untuk bertarung di Jakarta," kata Hidayat yang sekarang menjabat sebagai Ketua BKSAP di parlemen itu.

PKS belum menentukan kemana akan memberikan suara pada Pilkada DKI Jakarta putaran kedua. Sejumlah pengurus PKS mengatakan akan mengumumkannya sebelum lebaran.

Pilkada DKI Jakarta putaran kedua akan diselenggarakan 20 September dan diikuti dua pasang calon yakni Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli dan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Red: shodiq ramadhan

23 Des 2010

Sus Isi Ayam Keju

BAHAN:
Kulit:
250 ml susu cair
150 g mentega tawar
1/2 sdt garam
150 g tepung terigu
4 butir telur ayam

Isi:
2 sdm mentega tawar
2 siung bawang putih, iris tipis
75 g bawang bombay, potong 4 bagian,
iris melintang 1/2 cm
150 g daging dada ayam tanpa tulang,
potong dadu ukuran 1 cm
1 buah (100 g) wortel, kupas,
potong dadu ukuran 1 cm
150 g keju edam, parut *)
2 sdm pasta mustard
1 sdt merica hitam bubuk
1/2 sdt garam

CARA MEMBUAT:

Isi: Panaskan mentega, tumis bawang putih dan bombay hingga harum. Masukkan ayam dan wortel, tumis kembali hingga semua bahan matang. Tambahkan keju, mustard, merica, dan garam, aduk rata. Angkat. Sisihkan. Kulit: Masak susu hingga mendidih, masukkan mentega dan garam, aduk rata. Masukkan terigu sambil aduk cepat hingga rata, angkat. Biarkan agak dingin. Tambahkan telur satu per satu, aduk hingga rata.
Masukkan adonan ke dalam kantong segi tiga dengan spuit polos diameter 3 cm. Semprotkan adonan di atas loyang datar ukuran 22 cm, beroles mentega dan bertabur tepung terigu. Beri jarak di antaranya.
Panggang dalam oven panas bersuhu 150oC selama 30 menit, angkat. Dinginkan.
Belah sus menjadi 2 bagian tidak putus. Isi masing-masing sus dengan adonan isi. Sajikan.



Untuk 21 buah

21 Okt 2010

Diganggu, Bocah Kecil Berjilbab Berani Ambil Sikap

Keberanian gadis kecil ini untuk membela diri dan kehormatannya patut diapresiasi, tapi malah kena sanksi
Hidayatullah.com--Seorang gadis kecil muslim berusia 6 tahun dilarang naik bus sekolah di Darwin, Australia, setelah dia membalas perlakuan buruk temannya.

Seorang siswa laki-laki berusia 7 tahun dengan sengaja terus-menerus mengganggu Iran Ghavami dan menyuruhnya melepas kerudung yang dikenakannya. Kesal dengan bocah itu, Iran akhirnya membalas dengan memelorotkan celana anak tersebut.

Perlakuan temannya, membuat gadis kecil itu "sedih sekaligus marah", mendorong siswa kelas satu itu untuk membalas. Demikian Northern Territory News melaporkan.

Akibat dilarang naik bus sekolah, Iran tidak bisa pergi ke sekolah yang berjarak 30 km dari rumahnya di Marrakai, Northern Territory.

Lorraine Gerassimopoulos, ibunda Iran mengatakan, hukuman tersebut terlalu keras untuk anak berusia 6 tahun. Menurutnya, lebih baik memberikan surat peringatan, sehingga mereka bisa duduk bersama untuk membicarakan masalah tersebut, daripada melarang putrinya naik bus sekolah.

Buslink yang mengoperasikan armada antar-jemput murid-murid sekolah membela keputusan yang diambilnya. Mereka beralasan bahwa keputusannya sesuai dengan peraturan di Northern Territory. Perusahaan itu juga tidak menjelaskan, apakah bocah laki-laki yang menjadi biang keladinya juga dikenakan sanksi.

Sebagaimana dilaporkan Australian Associated Press (20/10), kebanyakan orang Australia mendukung tindakan Iran yang berani melawan perlakuan buruk dari teman sekolahnya. [di/9n/aap/hidayatullah.com]

11 Okt 2010

Proaktif Menyeru Pada Islam: Salah Seorang Peserta Menyatakan Diri Masuk Islam usai Konferensi



[konferensi-khilafah-ht-skandinavia]

Meskipun ditentang oleh para politisi oportunistik, Konferensi tahunan yang digelar oleh Hizbut Tahrir Skandinavia, Ahad, 3 Oktober 2010 sukses besar. Banyaknya masyarakat yang hadir pada konferensi menunjukkan minat yang besar pada konferensi yang bertema “Peran Muslim di Barat” tersebut. Sekitar 1500 orang baik dari Denmark, Swedia, Belanda, dan Inggris ikut serta dalam konferensi tersebut.

Selain itu, konferensi ini diikuti oleh para pengunjung melalui siararan live streaming internet, dan mereka memberikan kontribusi melalui komentar dan pertanyaan dari beberapa negara seperti Mauritinia, Libanon, Sudan dan lain-lain.

Chadi Freigeh, perwakilan media Hizbut Tahrir Skandinavia mengatakan, “Meskipun seruan dari para politisi populis untuk memboikot konferensi, kami menyaksikan kehadiran warga negara Barat non Muslim yang banyak telah memperkaya konferensi dengan pertanyaan-pertanyaan mereka dan komentar. Melalui besarnya kehadiran mereka, membenarkan bahwa mereka membenci para politisi yang gagal dalam menghilangkan kemungkinan membuka perdebatan faktual tentang Islam.”

Jadi konferensi ini merupakan salah satu contoh praktis yang memberikan pesan untuk memulai produktif dan proaktif dibandingkan dengan orang Barat, untuk menjelaskan Islam dan memperkenalkan pandangan Islam tentang permasalahan saat ini.

“Karena itu kami ingin menyampaikan kabar baik, di akhir acara, para peserta yang menghadiri konferensi mendapatkan kekuatan dari seruan Islam, salah satu tamu memilih untuk memeluk Islam dan menyatakan syahadat Islam di tempat,” papar Chadi Freigeh.

“Kami memohon kepada Allah Swt. untuk memperkuat keyakinan setiap Muslim dan membuat kita semua menjadi hamba yang taat pada Islam,” ujar Freigeh seraya beryukur kepada Allah atas pertolongan-Nya yang telah menjadikan kesuksesan besar dalam acara tersebut. (syabab.com)

7 Okt 2010

Sekjen FUI: Pengakuan Ghazali Perlu Diragukan





  • alt
    Pernyataan Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) yang menyatakan bahwa Alex dan Taufik bukanlah anggota JAT didukung oleh Sekretaris Jenderal Forum Umat Islam (FUI) KH. Muhammad Al Khaththath. Menurut Al Khaththath, berdasarkan pengakuan istri dan adik Ghazali, Kartini Panggabean dan Adil Akhyar, Ghazali dalam tekanan yang hebat di tahanan Mabes Polri. Karena itu pernyataannya perlu diragukan.

    Kepada Suara Islam (SI), Al Khaththath mengungkapkan pengakuan Kartini yang mengatakan bahwa sesaat setelah ia mendarat di Bandara Soekarno-Hatta beberapa hari lalu, Ghazali menghubunginya dan meminta agar ia dan Adil Akhyar segera kembali ke Medan. "Kalau engkau terus maju, abang akan tambah parah", demikian kata Ghazali seperti ditirukan Kartini.

    Berkaitan dengan upaya stigmatisasi terhadap konsep fa'i, Al Khaththath mengatakan bahwa fa'i berbeda dengan perampokan (hirabah). Hirabah termasuk tindakan kriminal dan hukumnya haram. Sementara fa'i menurut syariat Islam adalah harta yang diperoleh oleh pemerintah yang menjalankan syariat Islam dari negara dan bangsa kafir yang memusuhi Islam.

    "Seperti yang  dilakukan oleh Rasulullah saw terhadap harta Yahudi Bani Nadhir yang diusir dari kota Madinah lantaran melakukan makar hendak membunuh Rasulullah", jelasnya.  "Jadi tidak sama antara perampokan dengan fa'i", lanjutnya.

    (shodiq ramadhan)

    1 Okt 2010

    Baku Tembak Antara Kelompok Bersenjata dengan Polisi Meletus di Tebing Tinggi

    Baku Tembak Antara Kelompok Bersenjata dengan Polisi Meletus di Tebing Tinggi

    MEDAN (Arrahmah.com) - Kemarin (30/9/2010), terjadi baku tembak antara kelompok bersenjata yang belum diketahui identitasnya dengan anggota Polresta Tebing Tinggi, Sumatera Utara (Sumut).  Menurut laporan detik.com, tidak ada korban dalam bentrokan ini.
    Setelah terjadi bentrokan, Kapolres Tebing Tinggi mengatakan pihaknya segera melakukan perburuan untuk menangkap para pelaku yang berjumlah belasan orang.

    Aksi kali ini hampir mirip dengan penyerangan di THamparan Perak beberapa waktu lalu.  Mereka membawa senjata laras panjang jenis AK dan FN dan menggunakan sepeda motor.  Beberapa sepeda motor yang diduga kehabisan bahan bakar, ditinggal oleh para penyerang.

    Keterangan yang diperoleh menyebutkan, anggota Polres Tebing Tinggi sempat baku tembak dengan komplotan tersebut pada Kamis sore di kawasan Simpang Brohol Kota Tebingtinggi.

    Polisi sempat meletuskan satu kali tembakan, dan dibalas dengan satu kali tembakan. Namun tidak ada yang menjadi korban dari tembakan tersebut.

    Kejadian itu bermula dari laporan yang diterima polisi tentang aktivitas sekelompok orang yang menurut para polisi mencurigakan di kawasan hutan Gunung Pamela, Kecamatan Sipispis Kabupaten Serdang Bedagai. Mereka sudah beberapa hari di sana. Atas informasi tersebut, beberapa polisi mencoba menelusuri hingga kemudian terjadi baku tembak saat bertemu dengan komplotan tersebut.

    Belum jelas identitas penyerang, namun pihak kepolisian mengklaim bahwa mereka terkait dengan perampokan Bank CIMB dan penyerangan Markas Kepolisian Sektor Hamparan Perak. (haninmazaya/arrahmah.com)

    Raih amal shalih, sebarkan informasi ini...



    20 Sep 2010

    Muslim Bekasi Menuntut Keadilan Informasi


    Hidayatullah.com--Ribuan muslim di Bekasi menuntut keadilan informasi. Mereka meminta diberi kesempatan yang sama untuk menjelaskan duduk persoalan insiden di Ciketing Asem Pondok Timur Indah, Bekasi.

    "Kita ingin agar penyebab insiden di Ciketing Bekasi juga digali informasinya dari umat Islam, dan akar permasalahannya apa," ujar Ustad Abdul Jalil dari Kongres Umat Islam Kota Bekasi, Jumat (17/7).

    Menurut Abdul, insiden tak cuma melukai dua jemaat HKBP Bekasi, tapi juga dua warga muslim. Kepala mereka bocor. Mereka juga luka dalam di bagian tanga.

    "Celakanya, keduanya tetap dijadikan tersangka," terang Abdul.

    Sementara itu Sekretaris Kongres Umat Islam Bekasi Shalih Mangara Sitompul, mempertanyakan sikap jemaat HKBP yang tak mau memindah lokasi peribadatan. Padahal lokasinya sudah disediakan.

    Sebaliknya, tambah dia, di tengah suasana panas mereka justru melakukan iring-iringan sejauh tiga kilometer untuk beribadah dalam jumlah ratusan orang.

    Peserta demo yang mengenakan ikat kepala putih itu bergerak dari Islamic Center dan melakukan long march menuju kantor Pemkot Bekasi dengan membawa spanduk besar "Wali Kota Bekasi Mencla Mencle". [ant/hidayatullah.com]

    13 Sep 2010

    BADAN PEMERIKSA KEUANGAN MENGABDIKAN DIRI UNTUK RAKYAT DAN BANGSA INDONESIA DENGAN PRINSIP UNGGUL DENGAN CONTOH (LEADING BY EXAMPLE)

    Fakultas HUkum] | Univeristas Tulang Bawang


    OLEH : IMAM SUPRIADI
    NPM : 0721 1180
    FAKULTAS HUKUM
    UNIVERSITAS TULANG BAWANG